JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN DI CIBITUNG

JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN DI CIBITUNG

Tikar Rotan Lampit Saburina Jakarta timur.JPGHARGA: JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN SABURINA
___________________________________________________
Ukuran sajadah solat : Harga Rp 110.000,-
100 X 200 cm (Berat 2 Kg) Harga Rp 210.000,-
140 X 200 cm (Berat 3 Kg) Harga Rp 250.000,-
176 X 200 cm (Berat 5 Kg) Harga Rp 290.000,-
176 X 250 cm (Berat 5 Kg) Harga Rp 320.000,-
200 X 200 cm (Berat 6 Kg) Harga Rp 310.000,-
200 X 250 cm (Berat 6 Kg) Harga Rp 350.000,-
200 X 300 cm (Berat 6 Kg) Harga Rp 390.000,-
___________________________________________________
Catatan :
* Barang DIKIRIM LANGSUNG dari DKI jakarta – jakarta timur, rawamangun.
* Untuk wilayah jabodetabek bisa menggunakan gojek / COD ongkir ditanggung buyer.
* Untuk kota lainnya, info biaya pengiriman bisa hubungi kami.

Hubungi kami
Mustika Jaya Rotan
Website : http://www.mustikarotan.com
Call :0857.1119.0250
Jazaakumullahu khairan katshiraa

cari JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN SABURINA KALIMANTAN ASLI

Bisnis Furniture Rotan Beromset Milyaran

Seiring perkembangkan yang ada di Indonesia, bisnis pun juga mengikuti perkembangannya guna untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dari bisnis yang

Kisah Banyu Widjaya Raup Keuntungan Dari Mebel Rotan

Banyu Widjaya, pria kelahiran Cirebon 42 tahun silam adalah seorang pengusaha furniture yang berbahan dasar rotan di Yogyakarta sejak tahun 2007. Ia membuka lapaknya di Jalan Jogja Solo Km 12, Mangunan.

Sebelumnya ia juga pernah membuka usahanya di lokasi yang berdekatan, yakni di Jalan Solo Km11, namun karena suatu hal, ia memutuskan untuk pindah satu kilometer ke sisi timur sejak Januari 2015.

Usahanya dalam mempertahankan lapak furniture miliknya terbilang tak terlalu stabil dan sesuai dengan yang ia harapkan.

Ia mengisahkan, pada 2004 usaha furniture di Cirebon, tempat asalnya, terpuruk akibat kalah dalam persaingan global. Karena kondisi yang demikian, hanya tinggal 30 persen pengusaha yang mampu mempertahankan produknya di pasaran global.

Sebab itulah Banyu akhirnya memutuskan untuk mengadu nasib di Yogyakarta, dan berharap pasar furniture rotan di kota ini memiliki peluang yang lebih besar daripada di Cirebon.

Ia pun mulai meniti harapan di Yogyakarta, dengan memulai usahanya yang ia kelola seorang diri. Di Yogyakarta ini produk dari usahanya tinggal melalui proses finishing, sementara untuk proses merakit rangka, menyematkan jari, mengikat komponen bahan dan menganyam rotan dikerjakan di Cirebon. Di wilayah pemasaran ini, Banyu tinggal mengoleskan impra agar produk yang ia jual awet dan tampak lebih menarik minat pembeli.

Setelah usahanya berjalan beberapa bulan ia mulai mempekerjakan beberapa karyawan. Awalnya tidak begitu banyak orang melirik furniture dari bahan rotan, namun pada tahun ketiga usahanya mulai menampakkan harapan.

Menurutnya, rotan sebenarnya tidak kalah bersaing dengan mebel lainnya. Bahkan ia menyebut kerajian furniture dari rotan sebenarnya lebih memiliki nilai artistik serta lebih awet.

“Rotan bisa bertahan hingga lebih dari tujuh tahun, tapi ya tergantung perawatannya juga,” jelas Banyu seperti dilansir Tribunnews.com.

Produk yang dipasarkan di lapak Banyu tidak sebatas mebel saja, ada dinning set, ayunan, tudung lampu, dan pernak-pernik penghias ruangan lainnya. Selain dari bahan dasar rotan alam, di sini juga tersedia perkakas dari rotan sintetis.

Kini, Banyu memiliki tiga karyawan yang siap melayani konsumen di lapaknya yang buka dari pukul 07.00 hingga 21.00. Setidaknya dengan usahanya tersebut, ia bisa membuka lapangan pekerjaan bagi karyawannya, serta bisa menafkahi istri dan kedua anaknya.

dijalankan tersebut. Bermacan-macam bisnis seseorang coba untuk memulai sebuah peluang usaha yang harapan menjadi besar seperti perusahaan-perusahaan yang telah maju di Indonesia.

Furniture Rotan

Iklan